Monthly Archives: November 2015

Pembentukan karakter adalah fondasi keberhasilan pendidikan di Jepang

Foto Komunitas AYAH EDY.

Berbagi cerita dari orang Indonesia yang kebetulan bertugas di Jepang dan menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar di Jepang.

Anak saya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kota Tokyo, Jepang. Pekan lalu, saya diundang untuk menghadiri acara “open school” di sekolah tersebut. Kalau di Indonesia, sekolah ini mungkin seperti SD Negeri yang banyak tersebar di pelosok nusantara. Biaya sekolahnya gratis dan lokasinya di sekitar perumahan.

Pada kesempatan itu, orang tua diajak melihat bagaimana anak-anak di Jepang belajar. Kami diperbolehkan masuk ke dalam kelas, dan melihat proses belajar mengajar mereka. Saya bersemangat untuk hadir, karena saya meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa tersebut mendidik anak-anaknya.

Turut Berduka Cita Yang Sedalam-dalamnya

sukarti

Upacara Peringatan Hari PGRI

12274343_735446913253833_5022003571995445519_nDalam rangka memperingati Hari PGRI ke-70 SMA 2 Surakarta mengadakan Upacara Bendera dengan petugas smua dari Bapak Ibu guru SMA N 2 Surakarta. Adapun yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah beliau Bapak Drs. Sutikno MM., selaku Kepala Sekolah. Selaku komandan upacara adalah belau Drs. Paiman (Guru Bahasa Jerman). Sebagai Sang Merah Putuh adalah Dian Esa Nurcahyani, M.Pd, Siti Alfiah S.Ag, Nur Ita Kusumastuti, S.Pd. Sementara bapak ibu guru yang lain adalah sebagai petugas Paduan Suara. Sebagai ajudan inspektur upacara adalah Ibu Dwi Arti Maryunani, S,Pd, Pembaca undang-undang Ibu Sri Hartati, M.Pd, Pembaca Sejarah PGRI adalah Bapat Tri Haryono, S.Pd dan sebagai pembaca doa adalah Belai Bpk. Wagimin S.Ag.

Pencipta lagu Hymne Guru, Sartono (79), tutup usia

f5ada003-3339-4f54-8c2e-105ee3b50b28_34Jakarta – Pencipta lagu Hymne Guru, Sartono (79), tutup usia siang tadi. Mendikbud Anies Baswedan kemudian menyampaikan rasa belasungkawanya.

“Pak Sartono dengan lagu gubahannya, Hymne Guru, membuat banyak orang terinspirasi untuk tidak saja menghormati guru-guru kita, tetapi juga memuliakan para guru. Kita semua kehilangan beliau,” tutur Anies kepada detikcom, Minggu (1/11/2015).

Sartono mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Jawa Timur, sekitar pukul 12.40 WIB. Dia meninggal karena mengalami komplikasi, di antaranya gejala stroke, jantung, kencing manis, dan penyumbatan pembuluh darah di otak.