Hari ini, Kamis 18 April 2019 SMAN 2 Surakarta memperingati hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan ini diselenggarakan lebih awal (dari 21 April 2019 – Hari Kartini). Peringatan hari Kartini diikuti oleh semua siswa siswi , Bapak/Ibu Guru beserta Staff SMAN 2 Surakarta. Peringatan hari Kartini ini diisi dengan kegiatan lomba keluwesan berbusana adat, lomba puisi, bazar makanan, lomba geguritan untuk bapak/ibu guru, serta lomba merangkai bunga dengan peserta bapak/ibu guru SMAN 2 Surakarta.


Peringatan hari kartini ini diharapkan tak sekedar mengenakan busana nasional dan kegiatan kegiatan yang bersifat sementara seperti lomba keluwesan berbusana dan lain – lain, tapi lebih menuju kepada sesuatu yang bersifat perjuangan yang akan lebih berguna bagi kita sendiri , keluarga, orang lain, bahkan untuk Negara. Hari Kartini kita peringati sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum wanita, simbol persamaan gender, dan emansipasi wanita. Saat ini tidak sedikit kaum wanita yang mampu mencitrakan diri sebagai sosok wanita yang dicita-citakan Kartini, wanita yang cerdas, berprestasi, berdedikasi bagi keluarganya dan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi wanita lainnya.

Bagi para pelajar khususnya, makna memperingati hari Kartini ini adalah :

  1. Berjiwa Religius. Kartini dengan kekritisannya bisa mendongkrak kemajuan beragama yang kala itu diwarnai dengan semangat puritanisme jawa dan kemampuan penjajah menciptakan dan menggunakan ‘ketakutan-ketakutan’ beberapa kyai untuk mengungkap fakta beragama agar terlihat sakral dan tabu untuk dipelajari lebih dalam lagi. Dengan hal tersebut, pelajar saat ini sebaiknya memiliki keinginan kuat untuk kembali pada semangat religius yang mantap, belajar dan terus menggali lagi ilmu agama yang mereka yakini, sehingga diharapkan pelajar sekarang bisa menjadi pelajar yang berpikiran luas, namun tetap memiliki jiwa religius.

  2. Semangat Pembelajar. Makna yang bisa di petik dari sifat ini adalah : Sebagai pelajar harus memiliki semangat pembelajar tinggi, tidak terbatas keadaan dan tidak pantang menyerah dalam menghadapi persoalan-persoalan dan masalah dalam belajar. semangat Kartini dalam belajar telah membawa dia menuntut ilmu di negara lain padahal pada saat itu yang diperbolehkan untuk belajar hanya kaum laki-laki . Beliau banyak membaca dan menulis surat tentang semua hasil pemikirannya sehingga kumpulan surat-surat beliau yang dikirim kepada sahabatnya yang kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

  3. Peduli sosial. Sikap peduli sosial yang di tunjukan RA kartini adalah jelas beliau sangat peduli terhadap perempuan yang pada saat itu tidak diperkenankan bersekolah. Maka beliau mengumpulkan teman-temannya untuk kemudian diajarinya membaca dan berbagai ilmu sehingga pada saat ini dapat terlihat hasilnya dengan banyaknya perempuan yang memiliki kedudukan lebih tinggi tetapi tidak melupakan kodratnya sebagai wanita.

  4. Bermoral baik. Setiap pelajar harus bisa menanamkan rasa hormat, peduli sosial dan tanggung jawab dalam kehidupan sehingga akan menjadi individu bermoral baik. Emansipasi tanpa dibarengi dengan moral baik tidak akan terjadi kedamaian, semoga para pelajar kita tercinta ini dapat menentukan dirinya dalam mengambil pembelajaran dari peringatan hari Kartini sehingga akan tumbuh Kartini-Kartini muda yang unggul.

  5. Mari berbagi...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *