Hari ini, Jumat 26 April 2019. Dalam rangka memperingati hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, SMA Negeri 2 Surakarta menggandeng Forum Sukarelawan Surakarta mengadakan kegiatan simulasi evakuasi bencana. Simulasi dengan tema Evakuasi Mandiri Sekolah ini diikuti oleh semua bapak ibu guru dan karyawan serta siswa kelas X dan XI. Dalam simulasi ini Forum Sukarelawan Surakarta mempersiapkan skenario terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,7 SR dan diperkirakan akan memakan korban jiwa. Semua siswa antusias mengikuti simulasi ini, mereka mendengarkan penjelasan dan mengikuti semua instruksi yang diberikan.

Tujuan dari simulasi bencana ini adalah memberikan pengalaman kepada siswa dan guru bagaimana sebaiknya bertindak saat terjadinya bencana. Mereka diberikan pemahaman dan pengalaman tentang perilaku bencana, jalur – jalur evakuasi, pola pikir dan tindakan yang perlu atau tidak perlu dilakukan saat terjadi bencana, memanfaatkan jalur – jalur evakuasi, memanfaatkan sistem informasi yang telah dibuat sebelumnya dan yang paling penting adalah memutuskan tindakan yang harus diambil dalam waktu yang singkat itu dengan mental yang baik.

Langkah-langkah simulasi bencana gempa bumi di sekolah adalah sebagai berikut.

  1. Latihan dimulai dengan memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada seluruh siswa oleh guru di kelas. Siswa diminta untuk melakukan tindakan jongkok, berlindung, dan berpegangan pada benda yang kuat. Tindakan tersebut dapat dilakukan di bawah meja. Siswa juga diharuskan menjauhi jendela serta tetap berlindung di bawah meja sampai guncangan berhenti.

  2. Setelah melakukan penjelasan guru, guru memberi aba-aba latihan dimulai dengan cara membunyikan peluit, sirine, ataupun bel. Setelah mendengar aba-aba tersebut, seluruh siswa langsung melakukan tindakan: jongkok,berlindung, dan berpegangan di bawah meja. Siswa diminta pula untuk menjauhi jendela dan tetap berlindung serta berada pada posisi tersebut setidaknya selama 60 detik. Siswa juga diminta untuk tidak bersuara dan senantiasa mendengarkan perintah dari guru yang memandu latihan.

  3. Lakukan evakuasi secara teratur dan tidak gaduh setelah goncangan berhenti. Seluruh murid harus memperhatikan intruksi dari guru untuk melakukan tindakan evakuasi.

  4. Seluruh murid dikumpulkan di tempat berkumpul yang telah ditetapkan,misalkan lapangan upacara atau lapangan olah raga.Tempat pertemuan tersebut haruslah merupakan tempat yang terbuka dan hdari benda-benda yang dapat berjatuhan jika terjadi goncangan, sepert tiang listrik tiang telepon, papan reklame, dan lain sebagainya.

  5. Mintalah seluruh murid untuk berkumpul dan tetap memperhatikan intruksi guru serta tidak membuat kegaduhan (.Pribadi, Krisna S, dkk, 2008: II.17-20).

Mari berbagi...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *