Hari kedua kegiatan MPLS (Selasa, 16 Juli 2019) diisi dengan kegiatan PBB, menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu daerah, penyuluhan kesehatan, dengenalan pengurus OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas).

Kegiatan PBB dipandu oleh Muhammad Widiandaru (Siswa SMADA) dan Paski SMADA dengan didampingi Bapak Frury Fajar, S.Pd dan Bapak Sukino, S.Pd. Kegiatan ini bertujuan untuk Menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu, dan secara tak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab. Menumbuhkan adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan untuk tugas pokok tersebut sampai dengan sempurna. Rasa persatuan adalah rasa senasib sepenanggungan serta adanya ikatan batin yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. Disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu yang hakikatnya tidak lain dari pada keihklasan, penyisihan/menyisihkan pilihan hati sendiri.

Sumber : https://pgpaud.universitaspahlawan.ac.id/index.php/2018/05/17/pengertian-tujuan-dan-manfaat-baris-berbaris/


Setelah kegiatan PBB selesai, dilanjutkan dengan latihan menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu daerah yang didampingi oleh Ibu CME Widyastuti, S.Pd., M.M. dan bapak Fery Setyawan, S.Pd.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan membentuk jati diri siswa sebagai anak bangsa, membentuk karakter, serta budi pekerti siswa untuk memiliki rasa cinta tanah air.


Kegiatan selanjutnya adalah Penyuluhan Kesehatan dengan narasumber tenaga kesehatan dari Puskesmas Gilingan (kelurahan setempat). Banyak sekali info kesehatan yang didapatkan siswa sehingga mereka bisa merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Pengertian penyuluhan kesehatan sama dengan pendidikan kesehatan masyarakat (Public Health Education), yaitu suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Akhirnya pengetahuan tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilakunya. Dengan kata lain, dengan adanya pendidikan tersebut dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku sasaran.
Penyuluhan kesehatan juga suatu proses, dimana proses tersebut mempunyai masukan (input) dan keluaran (output). Di dalam suatu proses pendidikan kesehatan yang menuju tercapainya tujuan pendidikan yakni perubahan perilaku dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu proses pendidikan disamping masukannya sendiri juga metode materi atau pesannya, pendidik atau petugas yang melakukannya, dan alat-alat bantu atau alat peraga pendidikan. Agar dicapai suatu hasil optimal, maka faktor-faktor tersebut harus bekerjasama secara harmonis. Hal ini berarti, bahwa untuk masukan (sasaran pendidikan) tertentu, harus menggunakan cara tertentu pula, materi juga harus disesuaikan dengan sasaran, demikian juga alat bantu pendidikan disesuaikan. Untuk sasaran kelompok, metodenya harus berbeda dengan sasaran massa dan sasaran individual. Untuk sasaran massa pun harus berbeda dengan sasaran individual dan sebagainya (Notoatmodjo, 2003).

Sumber : http://prasko17.blogspot.com/2011/08/pengertian-dan-tujuan-penyuluhan_9.html

Kegiatan terakhir hari ini adalah Pengenalan Pengurus OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) yang langsung dipimpin oleh pengurus OSIS dan MPK. MPK adalah suatu organisasi di sekolah yang bertugas mengawasi kinerja OSIS dalam menjalankan tugas-tugasnya selama masa jabatannya berlangsung. Jabatan MPK lebih tinggi daripada OSIS karena MPK-lah satu-satunya organisasi di sekolah yang dapat memantau, mengawasi dan membantu tugas-tugas dari OSIS.
MPK adalah kepanjangan dari Majelis Perwakilan Kelas. MPK jabatannya lebih tinggi dari OSIS. Karena yang menentukan kandidat ketua OSIS adalah MPK. Untuk itu banyak sekali tugas-tugas penting yang diemban MPK. Mulai dari pemilihan sampai laporan akhir OSIS, MPK sering ikut di dalamnya. MPK bertanggungjawab atas OSIS. JIka ada OSIS yang ada masalah mengenai organisasi maka MPK wajib membantu. Jika ada OSIS yang tidak konsisten dengan pekerjaannya, maka MPK wajib dan berhak untuk mengeluarkannya dari organisasi (OSIS). MPK senantiasa memantau anak buahnya dalam menjalankan kegiatan dan tugasnya. MPK berhak menegur OSIS dan juga harus bertanggungjawab atas kegiatan OSIS

Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS

Sumber : http://organisasiosismpk.blogspot.com/

Mari berbagi...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *